Kerpas (Keras Kepala)
Kukira hari ini akan lebih baik dari pada hari hari ku yang telah lalu.. (Lebai lu!). Tetapi, si Dettol kuwi, lagi-lagi nangis, why? Soale pendapatnya tidak mau didengarkan. Begini lho persoalannya:
Dita pingin mengubah tempat duduk kami. Tapi banyak yang nggak setuju. Soalnya, sudah banyak yang merasa nyaman dengan tempat duduk yang lama. Terus entah kenapa si Dettol marah-marah. Dia bilang, kalo dia adalah ketua kelas yang kasian dengan anak2 kecil.. eh anak-anak pendek yang duduk dibelakang. Terus salah satu dari anak-anak pendek itu, yaitu Camel bilang “Aku udah nyaman kok duduk disini, elu aja kale Det, yang kagak mau duduk di belakang!”. Karena saking inginnya Dettol mempertahankan kemauan nabsunya yang sudah berkobar, dia menangis sambil ngamuk, dan mulailah pertengkaran dunia ke-100 antara Dettol dan Jing-jing, mereka saling gebrak gebrakan meja. Terus si Dettol kalah, dan mulailah dia menyalahkan aku.. si jerapah ini, karena sudah duduk di depan sebagai pengganggu Dhika, yang duduk dibelakangku. Dia bilang “Heh! Mir, pindah kebelakang sana! Kasian tuh Dhika!” Kata-kata si Dettol ini sungguh menyiksa hatiku. Mana tahu aku minusnya baru nambah satu! Untung saja Dhika membela “Hei Det, kagak apa-apa kale, Mira kan selalu nunduk kalo nulis!” Dengan kesal Dettol merengut. Thanks ya Dhik. Terus Dita tetep bersi keras untuk membuatku pindah. Akhirnya, Dhika memutuskan untuk membuatku duduk di tempatnya yang ada ditengah, thanks lagi ya Dhik, dengan begini aku masih bisa keliatan, hehehe.
Namun Dettol masih aja nangis. Terus waktu pulang, dengan nakalnya, dia mencoret-coret, komik yang sudah kubuat selama 1 bulan ini dengan susah payah! Dengan kesal kutinggalkan dia. Terus aku curhat ke kak Wike sambil nangis. Iiiih! Semoga Tuhan tak memaafkannya! (Salah2, semoga tuhan memaafkan dan menyadarkannya)