Sakit Hati
Sungguh narsis hari ini. Akhirnya mereka menyesal juga. Menyesal sudah berbuat jahat padaku dan sahabat-sahabatku. Sebenarnya begini ceritanya:
Hari ini hari Selasa, pelajaran pertama adalah agama. Mereka, ‘Si Geng Imut’ duduk di 3 kursi sebelah ku. Geng ini terdiri dari:
-‘Raden’ Tata: Ketuanya dan sekaligus anak terkaya dikelas.
-‘Jeng’ Layla: anak paling suka shopping di kelas.
-‘Non’ Rena: Si tukang ngegossip.
Mereka sudah membuat aku yang bernama Ndari ini menderita. Si Raden itu selalu mengejek dan menjelek jelekan anak-anak yang lemah di kelas dan sahabatnya sendiri. Terus Si Ajeng kuwi biasa-biasa aja Terus Si Non ini, sukanya ngegossip yang nggak-nggak, alias fitnah! Dan suka mengejek orang, plus mukul2!!
Terdengar langkah anak-anak cowok masuk mushola. Spontan 3 anak gang imut ini berlari mendekati mereka. Alasan mereka mendekati anak-anak cowok ini adalah untuk mendapat pembelaan dari mereka bila salah satu dari anak yang mereka siksa (??) melawan. Mereka selalu saja membaik-baiki anak cowok! Idiiih.. gaya mereka mau dibilang tomboy nggak, dibilang feminim juga nggak, lebih pantes dibilang gila! Bayangin deh, kalo ada yang bilang gini ke km.. “Eh.. eh.. gimana pertandingan kemarin…?? Aduh… kasian.. kalah ya..?? Latihan lagi ya… Biar ngalahin aku… eh.. tunggu.. nggak mungkin ya??”
Tak sempat ku melamun lebih lama (cieee bahasanya) Kurasakan benturan di kepalaku. “AWWW sapa jeee??” Ucapku, lalu menengok, ternyata si Jri-Jri nggak jelas itu melempari kepalaku dengan penghapus. Mana penghapus bau lagi! Idiiih jijay (mungkin kalian tidak tahu apa itu jijay, lebih diperjelas lagi jijay itu jijik)
Dan begitu lah… Pelajaran Agama berakhir dengan tidak begitu baik.. Lalu waktu istirahat.. ntah kenama si Raden itu nangis, katanya sih diejek si Iis (Cowok lho!) Terus si Non nangis pas mau olahraga gara2 di pukul bola ama jri-jri (cowok lagi) Katanya Si Non dipukul bola gara-gara mukulin si Jri-Jri dan Dylah (cowok) keras-keras, nyaris broken bone! What the? (AKU LIHAT SENDIRI) Dan sekolah di akhiri dengan tangis sedih SI Raden dan SI Non, namun dalam hatiku.. aku bahagia.. karena peristiwa ini mungkin bisa membuat mereka bertobat. Amin.