Waktu itu tanggal 17 hari Jumat bulan April tahun 2009, aku dan temen-temen pentas di Tanjong Katong Primary School. Terus sehabis pentas, kami kekantin sekolahnya, terus apa yang kami dengar bukanlah kabar bahagia. Beginilah dialog kami:
Kami: (Desek-desekan mau beli Kebab)
Orang India (Panggil aja Oin): “Hey.. see that crazy person?” (Sambil nunjuk2 temenku Fadyl)
Fadyl: “Heh ngapa lu??” (Maklum.. bahasa Inggris nya Fadyl agak Betawi..)
Tak tahunya orang india itu tahu artinya, rupanya dia les bahasa melayu! Alias mother tongue!
Oin: “I just say.. you crazy”
Fadyl: “You you s***********nting lu!”
Oin: “What is s**********nting?”
Kevin: “Ndeso! Ndeso! Katrok!” (Orang Solo)
Oin: “Hahahaha!” (Nggak tahu kenapa ketawa2 sendiri)
Kevin: “999##4%%%**” (Kata2 disensor, kalo mau tahu, tulisannya adalah bahasa jawanya anjing)
Dan waktu mau mulai fight, Bu Djoeni melerai, dan kami kapok pentas di Tanjong Katong. (Mana alat Arumba kami rusak!)
*Bagi anak Tanjong Katong yang melayu, sori ya. N kalo kalian marah, marahin tuh si OIN!!
No comments:
Post a Comment